Jenis Gunung dan Grade Pendakian




Jenis Gunung dan Grade Pendakian merupakan Salah satu Materi pengenalan dalam Maountaineering, Karena dalam kegiatan sebuah pendakian bukan hanya Persiapan umum , kesiapan mental, fisik, etika, pengetahuan dan ketrampilan saja yang perlu di lakukan, juga di butuhkan sebuah pengenalan terhadap medan yang akan dituju,tentunya juga perlu mengenal terlebih dahulu Jenis Gunung dan Grade Pendakian di tempat yang kita akan daki.

Ada beberapa hal yang perlu di perhatikann dalam mengenali Jenis Gunung dan Grade Pendakian pada suatu tempat pendakian, yakni :
  1. Garis Besar Gunung
Pada garis besar gunung terbagi menjadi 2 bagian, yaitu : 
    • Gunung berapi/aktif dan tidak aktif.
Berdasarkan bentuknya dibagi menjadi :
    • Gunung berapi perisai (Gunung berapi lava) 
    • Gunung berapi strato 
    • Gunung berapi maar
    • Gunung berapi yang meletus sekali dan segala aktivitas vulkanisme terhenti, yang tinggal hanya kawahnya saja.


  1. Macam dan tingkat pendakian gunung macam pendakian
Pendakian gunung bersalju (es) dan gunung batu. Keduanya membutuhkan persiapan dan perlengkapan yang matang. Menurut Club “Mountaineers”, Seatle Washington, dasar pembagian tingkat pendakian ada dua cara.
    • Berdasarkan penggunaan alat teknis yang dipakai ( Class)
      • Class 1 ; lintas alam tanpa bantuan tangan
      • Class 2 ; dibutuhkan bantuan tangan
      • Class 3 ; pendakian yang mudah memerlukan kaki dan tangan dalam mendaki, tali mungkin dibutuhkan oleh pemula
      • Class 4 ; pendakian memerlukan tali pengaman
      • Class 5 ; dibutuhkan tali dan pengaman peralatan lain seperti : piton, runner, chocks dll
      • Class 6 ; mendaki dengan tali dengan peralatan bantuan sepenuhnya berpijak diatas paku tebing
    • Berdasarkan lama waktu akibat sukarnya pendakian dalam medan pendakian (Grade)
      • Grade I, bagian yang sukar dapat ditempuh dalam beberapa jam
      • Grade II, bagian yang sukar ditempuh dalam setengah hari
      • Grade III, bagian yang sukar ditempuh dalam sehari penuh
      • Grade IV, bagian yang sukar ditempuh dalam sehari penuh dan memerlukan bantuan lereng-lereng sempit untuk bisa naik
      • Grade V, bagian yang sukar ditempuh dalam waktu 1,5-2,5 hari
      • Grade VI, bagian yang sukar ditempuh dalam waktu 2 hari atau lebih dan dengan banyak sekali kesulitan.
    • Berdasarkan tingkat keamanan pemanjat dari kemampuan alat yang digunakan
      • A1 ;aman sekali, peralatan yang dipasang dan digunakan dapat diandalkan untuk menjaga keselamatan pendaki
      • A2 ;aman, jikapun terjadi masalah, alat masih dapat diandalkan untuk mencegah akibat yang lebih fatal [misalnya jatuh tidak sampai kedasar]
      • A3 ;penggunan alat pengaman cukup aman tetapi tidak dapat diandalkan untuk menjaga resiko jatuh, kecuali dengan pemasangan yang sangat teliti dan fall-faktor yang tidak terlalu berbeban tinggi. Bila fall faktor tinggi, maka alat-alat akan copot dan pendaki bisa menerima akibat fatal
      • A4 ;pengaman yang digunakan tidak dapat diharapkan untuk dapat menahan beban jatuh, cenderung hanya sebagai pengaman psykologis untuk menguatkan mental pendaki
    • Berdasarkan tingkat kesulitan [difficult] medan pendakian
      Tingkatan pedakian dengan dasar perhitungan ini bisa disebut juga dengan Yossemite Decimal System [YDS]. Pang-katagorian berasal dari USA dan saat ini banyak di gunakan untuk menentukan grade kesulitan panjat tebing. Oleh karena itu YDS dimulai dengan grade 5 dan seterusnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar